STIMART "AMNI" make you professional, qualified, competent and internationally competitive

Archive for January, 2011

Kebijakan dan Strategi Penyelenggaraan Transportasi Laut

Untuk menciptakan suatu industri transportasi laut nasional yang kuat, yang dapat berperan sebagai penggerak pembangunan nasional, menjangkau seluruh wilayah perairan nasional dan internasional sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat dan mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa, maka kebijakan Pemerintah di bidang transportasi laut tidak hanya terbatas pada kegiatan angkutan laut saja, namun juga meliputi aspek kepelabuhanan, keselamatan pelayaran serta bidang kelembagaan dan sumber daya manusia.

Sesuai dengan Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Laut Nomor: UK.11/15/15/ DJPL-06 tentang Cetak Biru (Blue Print) Pembangunan Transportasi laut 2005 – 2024, penyelenggaraan transportasi laut berpedoman pada kebijakan-kebijakan berikut:

a.     Meningkatnya Pelayanan Transportasi Laut Nasional;

b.     Meningkatnya Keselamatan dan Keamanan dalam Penyelenggaraan Transportasi Laut Nasional;

c.     Meningkatnya Pembinaan Pengusahaan Transportasi Laut;

d.     Meningkatnya Kualitas Sumber Daya Manusia serta Ilmu Pengetahuan dan Teknologi di Bidang Transportasi Laut;

e.     Meningkatnya Pemeliharaan dan Kualitas Lingkungan Hidup serta Penghematan Energi di Bidang Transportasi Laut;

f.      Meningkatnya Penyediaan Dana Pembangunan Transportasi Laut;

g.     Meningkatnya Kualitas Administrasi Negara pada Sub Sektor Transportasi Laut.

Untuk mengimplementasikan kebijakan penyelenggaraan transportasi laut tersebut, maka Pemerintah menetapkan berbagai strategi nasional sebagai berikut:

A.   Strategi Nasional Bidang Angkutan Laut

1.     Meningkatnya Pelayanan Transportasi Laut Nasional, melalui:

a.     Peningkatan Kualitas Pelayanan

b.     Peningkatan Peranan Transportasi Laut terhadap Pengembangan dan Peningkatan Daya Saing Sektor Lain.

c.     Peningkatan dan Pengembangan Sektor Transportasi sebagai Urat Nadi Penyelenggaraan Sistem Logistik Nasional

d.     Penyeimbangan Peranan BUMN, BUMD, Swasta dan Koperasi

e.     Optimalisasi Penggunaan Fasilitas yang Ada

f.      Pengembangan Kapasitas Transportasi Laut

g.     Peningkatan Pelayanan pada Daerah Tertinggal

h.     Peningkatan Pelayanan untuk Kelompok Masyarakat Tertentu

i.      Peningkatan Pelayanan pada Keadaan Darurat

2.     Meningkatnya Pembinaan Pengusahaan Transportasi Laut, melalui:

a.     Peningkatan Efisiensi dan Daya saing

b.     Penyederhanaan Perijinan dan Deregulasi

c.     Peningkatan Standarisasi Pelayanan dan Teknologi

d.     Peningkatan Penerimaan dan Pengurangan Subsidi

e.     Peningkatan Aksesibilitas Perusahaan Nasional Transportasi ke Luar Negeri

f.      Peningkatan Produktivitas dan Efisiensi Perusahaan Jasa TransportasiLaut.

g.     Pembinaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN)

Mengarahkan BUMN transportasi laut untuk meningkatkan kinerja pelayanan dan kinerja finansial perusahaan secara proporsional dalam  mengemban misinya sebagai pelayan publik (public service), penyedia prasarana sekaligus sebagai entitas bisnis.

3.     Meningkatnya Penghematan Penggunaan Energi di Bidang Transportasi Laut, melalui:

a.     Mengkoordinasikan kebijakan program sektor energi dengan sector transportasi laut.

b.     Mengembangkan secara terus menerus sarana transportasi laut yang lebih hemat bahan bakar.

B.   Strategi Nasional Bidang Kepelabuhanan

1.     Meningkatnya Pelayanan Kepelabuhanan Nasional, melalui:

a.     Peningkatan Kualitas Pelayanan

b.     Penyeimbangan Peranan BUMN, BUMD, Swasta dan Koperasi

c.     Perawatan Prasarana Transportasi Laut

d.     Optimalisasi Penggunaan Fasilitas yang ada

e.     Keterpaduan Antarmoda

f.      Pengembangan Kapasitas Pelabuhan

g.     Peningkatan Pelayanan pada Daerah Tertinggal

h.     Peningkatan Pelayanan untuk Kelompok Masyarakat Tertentu

i.      Peningkatan Pelayanan pada Keadaan Darurat

2.     Meningkatnya Pembinaan Pengusahaan Pelabuhan, melalui:

a.     Peningkatan Efisiensi dan Daya Saing

b.     Penyederhanaan Perijinan dan Deregulasi

c.     Peningkatan Standarisasi Pelayanan dan Teknologi

d.     Pembinaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN)

Mengarahkan BUMN transportasi laut untuk meningkatkan kinerja pelayanan dan kinerja finansial perusahaan secara proporsional dalam mengemban misinya sebagai pelayan publik (public service), penyedia prasarana sekaligus sebagai entitas bisnis.

C.   Strategi Nasional Bidang Keselamatan Pelayaran

1.     Meningkatnya Pelayanan Keselamatan Pelayaran, melalui:

a.     Perawatan Sarana dan Prasarana Keselamatan Pelayaran

b.     Optimalisasi Penggunaan Fasilitas yang ada

c.     Pengembangan Kapasitas

2.     Meningkatnya Keselamatan dan Keamanan Transportasi Laut, melalui:

a.     Peningkatan Keselamatan Transportasi Laut

b.     Peningkatan Keamanan Transportasi Laut

3.     Meningkatnya Pemeliharaan dan Kualitas Lingkungan Hidup serta Penghematan Penggunaan Energi di Bidang Transportasi Laut, melalui:

a.     Peningkatan Proteksi Kualitas Lingkungan

b.     Peningkatan Kesadaran Terhadap Ancaman Tumpahan Minyak

D.   Strategi Nasional Bidang Kelembagaan dan Sumber Daya Manusia

1.     Meningkatnya Pelayanan Transportasi Laut Nasional, melalui:

a.     Peningkatan Keterpaduan Pengembangan Transportasi Laut melalui Tatranas, Tatrawil dan Tatralok.

b.     Memperjelas dan mengharmonisasikan peran masing-masing instansi pemerintah baik di pusat maupun di daerah yang terlibat bidang pengaturan, administrasi dan penegakan hukum, berdasarkan azas dekonsentrasi dan desentralisasi.

c.     Menentukan bentuk koordinasi dan konsultasi termasuk mekanisme hubungan kerja antar instansi pemerintah baik di pusat maupun daerah antara penyelenggara dan pemakai jasa transportasi laut.

c.     Meningkatkan keterpaduan perencanaan antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota dalam berbagai aspek.

2.     Meningkatnya Kualitas Sumber Daya Manusia, serta Ilmu Pengetahuan dan Teknologi di Bidang Transportasi Laut, melalui:

a.     Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Transportasi Laut

b.     Peningkatan Kepedulian Masyarakat Terhadap Peraturan Perundangan Transportasi Laut.

3.     Meningkatnya Penyediaan Dana Pembangunan Transportasi Laut, melalui:

a.     Peningkatan Penerimaan dari Pemakai Jasa Transportasi Laut

b.     Peningkatan Anggaran Pembangunan Nasional dan Daerah

c.     Peningkatan Partisipasi Swasta dan Koperasi

d.     Pemanfaatan Hibah/Bantuan Luar Negeri untuk Program-ProgramTertentu

4.     Meningkatnya Kualitas Administrasi Negara di Sektor Transportasi Laut,melalui:

a.     Penerapan Manajemen Modern

b.     Pengembangan Data dan Perencanaan Transportasi

c.     Peningkatan Struktur Organisasi

d.     Peningkatan Sumber Daya Manusia

e.     Peningkatan Sistem Pemotivasian

f.      Peningkatan Sistem Pengawasan

Sumber: http://muislife.com

LEMUSTAR47-NEWS/2011

 

KESELAMATAN PELAYARAN TANGGUNG JAWAB SIAPA?

Dalam pemberitaan di sejumlah media massa tahun lalu, Menteri Perhubungan Freddy Numberi meminta operator angkutan penyeberangan mengganti dan meremajakan kapal berusia di atas 30 tahun. Menhub beralasan usia kapal akan memengaruhi keselamatan pelayaran.

Sepintas, pernyataan itu sepertinya masuk akal, padahal kondisi sesungguhnya tidaklah demikian. Pernyataan tersebut justru dapat menimbulkan kesalahpahaman karena seolah-olah keselamatan pelayaran hanya ditentukan oleh usia kapal.

Keselamatan pelayaran pada dasarnya tidak ditentukan oleh usia kapal, tetapi oleh banyak aspek. Keselamatan juga bukan tanggung jawab operator kapal semata, tetapi tanggung jawab seluruh pemangku kepentingan atau stakeholder pelayaran.

Selain operator, stakeholder pelayaran adalah administrator pelabuhan atau syahbandar sebagai regulator, pelabuhan sebagai fasilitator, dan pengguna jasa.

Unsur lain yang tidak kalah penting adalah perguruan tinggi perkapalan dan badan diklat kepelautan, industri galangan, pemasok alat keselamatan, biro klasifikasi kapal, dan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Keselamatan pelayaran juga harus didukung oleh Badan SAR sebagai unsur penyelamatan, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sebagai unsur investigasi, dan PT Pertamina (Persero) untuk urusan logistik.

Dari sisi operator, keselamatan pelayaran tidak hanya dilihat dari kondisi kapalnya, sebab banyak faktor lain yang memengaruhi. Salah satu faktor penting, yakni penerapan sistem perawatan terencana atau plannedmaintenance system (PMS) yang dapat dilakukan oleh operator ataupun galangan.

Dalam pelaksanaannya, PMS ditentukan oleh kualitas galangan. Artinya, galangan harus memiliki sumber daya manusia yang memenuhi kualifikasi dan standar. Untuk menjamin PMS berkualitas, pelaksanaannya harus diawasi oleh lembaga independen, dalam hal ini PT Biro Klasifikasi Indonesia (BKI).

Operator kapal juga membutuhkan SDM berkualitas dari lembaga pendidikan, baik badan diklat kepelautan maupun perguruan tinggi pelayaran dan teknik perkapalan. Kualitas output dari lembaga pendidikan tersebut akan memengaruhi keandalan SDM dalam mengoperasikan kapal.

Tidak kalah penting adalah perawatan alat keselamatan oleh perusahaan servis alat keselamatan yang telah disahkan oleh manufaktur dan pemerintah.

Komitmen perusahaan untuk menjalankan sistem keselamatan kapal a.l. tercermin dari audit setiap tahun oleh lembaga independen yang mewakili pemerintah, yaitu BKI berupa manajemen keselamatan internasional (ISMCode).

Dengan sistem manajemen keselamatan itu, SDM dapat mengoperasikan kapal dengan aman dan dapat melakukan tindakan penyelamatan bila terjadi kecelakaan.

Semua unsur di atas harus benar-benar sah dan layak berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan oleh pemeriksa yang ditunjuk oleh pemerintah, baik biro klasifikasi maupun marine inspector.

Pengawasan ketat

Yang kurang diketahui oleh publik adalah pengawasan kelayakan kapal feri diIndonesia sesungguhnya jauh lebih ketat dibandingkan pengawasan di negara lain. Kapal feri harus memenuhi standar atau regulasi klasifikasi dan disahkan oleh Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan yang ditunjuk sebagai statutoria.

Hal ini menyebabkan terjadi pemeriksaan rangkap atau berkali-kali. Berbeda dengan di luar negeri, klasifikasi sudah berfungsi sebagai statutoria sehingga pemeriksaan kapal cukup satu kali.

Kapal yang sudah diklaskan, meskipun berusia tua, layak berlayar sebab selalu diperiksa oleh pihak berwenang, baik secara berkala maupun tak berjadwal. BKI memeriksa sisi konstruksi, permesinan, instalasi listrik, instalasi pemadam kebakaran dan garis muat kapal. BKI juga memverifikasi pelaksanaan manajemen keselamatan di kapal.

Sementara itu, marine inspector memeriksa sisi nautika (alat keselamatan, dan alat pemadam kebakaran), radio (sistem komunikasi radio dan sistem kenavigasian), serta teknis (konstruksi dan permesinan).

Dengan adanya beragam pemeriksaan, kapal seharusnya selalu mengalami pembaharuan kondisi teknisnya. Biaya perawatan pun menjadi lebih murah apabila kapal menjalankan perawatan secara terencana dan sesuai dengan standar.

Dibandingkan dengan kapal jenis lainnya, kapal feri umumnya sudah masuk klas. Dari total 9.000 unit kapal di Indonesia, ditambah dengan 20.000 unit kapal pelayaran rakyat, yang terdaftar di klas (BKI) hanya 5.996 unit, termasuk di dalamnya kapal feri.

Dalam tulisan ini, saya juga ingin menegaskan bahwa tidak benar keuntungan kapal feri semakin besar. Sebab, tuntutan LCC (low cost carrier) yang diterapkan pemerintah dengan meregulasi tarif secara ketat dan adanya kebijakan kenaikan tarif yang tidak populer di mata masyarakat.

Selain itu, kenaikan biaya akibat inflasi, baik dari sisi SDM, jasa perawatan, jasa kepelabuhanan, perbankan, dan iklim usaha semakin tinggi. Kondisi ini mempersulit usaha penyeberangan, apalagi jika harus segera meremajakan armadanya.

Untuk diketahui, komponen tarif saat ini belum menutup biaya pengadaan alat keselamatan kapal. Padahal keselamatan harus dipenuhi sesuai dengan regulasi pemerintah dan internasional.

Berdasarkan UU No. 17/2008 tentang Pelayaran, penanggung jawab keselamatan pelayaran yang tertinggi adalah pemerintah. Jika operator mengalami kesulitan dalam pengadaan alat keselamatan, yang bertanggung jawab adalah pemerintah.

Informasi mengenai adanya regulasi soal pembatasan umur kapal di dunia juga tidak benar, sebab hingga kini ribuan kapal berusia lebih dari 30 tahun (data Equasis.org) masih beroperasi di seluruh dunia.

Untuk diketahui pula, kapal-kapal di negara maju, misalnya di Hong Kong, feri yang melayani lintasan Hong Kong-Kowloon yang dilayani operator Star Ferry, rata-rata usia kapalnya di atas 30 tahun, bahkan kapal-kapal tersebut dipergunakan sebagai kapal wisata.

Oleh Bambang Harjo S.Wakil Ketua Indonesia
Ferry Companies
Association (IFA)

Bisnis Indonesia

LEMUSTAR47-NEWS/2011

 

Saat ini pemerintah menyiapkan 10 rencana aksi untuk meningkatkan keselamatan transportasi laut.

JAKARTA. Semoga kecelakan di transportasi laut berkurang. Saat ini pemerintah menyiapkan 10 rencana aksi untuk meningkatkan keselamatan transportasi laut.

Pertama, Keselamatan pelayaran rakyat harus diperbaiki tapi tetap mempertimbangkan manfaat ekonomi rakyat. Oleh sebab itu, Pemerintah harus melakukan penegakan peraturan yang tetap memungkinkan kapal-kapal rakyat berfungsi. “Proses ini berlangsung terus menerus oleh Kementerian Perhubungan,” ujar juru bicara wakil Presiden Yopie Hidayat usai terbatas keselamatan transportasi laut di Istana Wakil Presiden, Rabu (12/1).

Kedua, untuk keselamatan pelayaran non-tradisional, akan ada inventarisasi masalah dan Kementerian Perhubungan akan melakukan penegakan hukum yang lebih ketat. Targetnya, dua bulan akan kembali melaporkan hasil inventarisasi.

Ketiga, penerapan standar kompetensi awak kapal dan nahkoda.

Keempat, mempercepat pengerukan alur pelabuhan. Untuk itu, Kementerian Perhubungan akan mengambil alih kegiatan pengerukan dari pemerintah daerah dalam tiga bulan ke depan.

Kelima, ada membersihkan kapal-kapal nelayan di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok yang selama dianggap membahayakan kapal-kapal besar. Pelaksanaan itu dalam waktu dua bulan.

Keenam, sosialisasi terus menerus untuk menjaga agar nelayan tidak masuk ke alur pelayaran kapal besar yang bisa menimbulkan risiko tabrakan.

Ketujuh, menyelesaikan perbaikan pipa Kodeco di pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya dan diikuti dengan pemindahan alur pelabuhan.

Kedelapan, pengetatan penerbitan surat izin berlayar. “Kementerian Perhubungan memonitor semua pelabuhan dan menerapkan sanksi tegas untuk pelanggar termasuk pada otoritas,” kata Yopie.

Kesembilan, pengawasan ticketing untuk pelayaran rakyat serta penyeberangan serta membuat manifes penumpang untuk mencegah kapasitas kapal penyeberangan yang berlebihan.

Kesepuluh, mengoptimalkan penyerapan anggaran di Kementerian Perhubungan untuk perbaikan berbagai sarana keselamatan, termasuk keselamatan pelayaran.

Menteri Perhubungan Freddy Numberi mengatakan, dalam pertemuan itu Wakil Presiden Boediono meminta penyelesaian keselamatan transportasi itu segera diselesaikan. “Kami akan adakan pertemuan untuk menyelesaikan hasil rapat ini, misalnya masalah sertifikasi nahkoda,” kata Freddy.

Kepala Unit Kerja Presiden untuk Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan, Kuntoro Mangkusubroto menambahkan, perlu membuat vessel traffic control system di setiap pelabuhan besar. “Ini salah satu langkah untuk meningggalkan keselamatan di laut,” terang Kuntoro.

Source: kontan online

LEMUSTAR47-NEWS/2011

This slideshow requires JavaScript.

Dua kecelakaan transportasi, kereta api dan kapal laut kembali terjadi

JAKARTA – Dua kecelakaan transportasi, kereta api dan kapal laut kembali terjadi. Pun, Wakil Presiden Boediono yang telah memberi kepercayaan penanganan kedua kecelakaan tersebut kepada Menteri Perhubungan Freddy Numberi belum memanggil pihak yang bertanggung jawab.

“Tabrakan kereta api Mutiara—Kutojaya dan kebakaran KM Laut Teduh II adalah bukti ketidakberdayaan pemerintah untuk melakukan fungsi pengawasan terhadap penyelenggaraan perkeretaapian dan pelayaran,” tulis Sekretaris Fraksi PKS, Abdul Hakim, dalam siaran pers yang diterima detikcom, Jumat (28/01/11).

Hakim menilai, Menteri Perhubungan telah gagal membenahi sistem transportasi massal. Ia mengaku telah berulang kali mendesak perlunya perbaikan transportasi massal, namun hal itu tidak pernah didengar.

“Desakan itu hampir tidak pernah direalisasikan dalam bentuk langkah konkret seperti yang diamanatkan dalam 4 UU Transportasi yang sudah disahkan DPR,” sambung anggota Komisi V DPR RI ini.

Bahkan, jika pemerintah tidak segera membenahi transportasi massal, F-PKS akan menggalang hak angket. “Jika hal ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin kami akan menggalang dukungan untuk mengajukan hak angket atas kelalaian pemerintah mengimplementasikan UU transportasi,” imbuhnya.

Jumat (28/1/11), terjadi dua tragedi kecelakaan transportasi massal. Yakni, kecelakaan Kereta Api di Banjar dan kebakaran Kapal KMP Teduh di perairan Merak-Bakauheni. Hingga detik ini tercatat total 16 orang tewas dalam dua tragedi tersebut.

 

sumber TRIBUNNEWS dan DETIKNEWS.

 

Kobaran Api KMP Laut Teduh dari Dek Kendaraan

 

Jakarta (ANTARA News) – Kementerian Perhubungan mengumumkan bahwa sumber api yang diduga penyebab terbakarnya KMP Roro Laut Teduh II di dekat Pulau Tempurung, Selat Sunda, pukul 03.59 WIB berasal dari dek kendaraan di lantai bawah.

“Api dilaporkan berasal dari dek bawah, tempat kendaraan karena penumpang di dek atas,” kata Kepala Pusat Komunikasi Publik, Kementerian Perhubungan, Bambang S Ervan menjawab pers di Jakarta, Jumat.

Menurut Bambang, kapal milik PT Bangun Putra Remaja tersebut berangkat dari dermaga satu Merak pada pukul 03.19 WIB dengan membawa penumpang sebanyak 567 orang, terdiri 535 orang dan Anak Buah Kapal (ABK) 32 orang.

“Jumlah penumpang yang berhasil diselamatkan sebanyak 458 orang, 427 selamat, termasuk 31 orang ABK dan korban tewas 13 orang,” katanya.

Saat ditanya apakah di dek tersebut, sumber api diduga dari sebuah puntung rokok, Bambang tidak bersedia mengkonfirmasikan hal itu. “Itu sudah masuk ke substansi penyelidikan oleh KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi). Saya tidak berwenang menyampaikan karena hal itu terkait dengan penyebab kebakaran sebenarnya dan kini masih diinvestigasi,” katanya.

Yang jelas, tambanya, total kendaraan yang diangkut sebanyak 93 unit.

“Saat ini semuat penumpang dan awak kapal sudah dievakuasi dan kapal telah dikandaskan di perairan Anyer Cigading,” katanya.

Korban meninggal dan luka, tambah Bambang, telah dibawa ke rumah sakit Krakatau Steel dan Rumah Sakit Panggung Rawi.

Daop: Tabrakan KA Diduga Karena Pelanggaran Sinyal

 

Purwokerto (ANTARA News) – PT Kereta Api Daerah Operasi V Purwokerto, Jawa Tengah, menduga tabrakan Kereta Api (KA) Mutiara Selatan dengan KA Kutojaya Selatan di Stasiun Langensari, Kota Banjar, Jawa Barat, karena pelanggaran sinyal.

“Berdasarkan fakta di lapangan, diduga telah terjadi pelanggaran sinyal oleh masinis KA Mutiara Selatan, Sugeng K, yang datang dari arah timur,” kata Kepala Hubungan Masyarakat PT Kereta Api Daerah Operasi V Purwokerto, Surono, saat dihubungi dari Purwokerto, Jumat.

Ia mengatakan, masinis KA Mutiara Selatan seharusnya menunggu sinyal dahulu jika hendak menjalankan kereta.

Padahal di jalur tiga (tempat tabrakan, red.), katanya, ada KA Kutojaya Selatan yang berhenti untuk menunggu persilangan tersebut.

Ia mengatakan, tabrakan KA tersebut selain diduga karena faktor kesalahan manusia, kemungkinan juga karena masalah teknis.

“Ini fakta yang terjadi di lapangan. Namun untuk kepastiannya, kami masih menunggu kesimpulan dari tim Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) yang melakukan investigasi terhadap kasus ini,” katanya.

Terkait evakuasi terhadap dua lokomotif dan satu gerbong KA Kutojaya Selatan yang anjlok akibat tabrakan tersebut, dia mengatakan, hal itu diperkirakan dapat diselesaikan pada Jumat malam.

“Saat ini tim teknis dari Daop V Purwokerto juga memperbaiki rel dan bantalan yang mengalami kerusakan,”katanya.

Tabrakan terjadi saat KA Kutojaya jurusan Bandung-Kutoarjo yang datang dari arah Bandung, berhenti di jalur tiga Stasiun Langensari, Jumat, pukul 02.23 WIB, untuk menunggu persilangan dengan KA Mutiara Selatan jurusan Surabaya-Bandung yang datang dari arah berlawanan.

Akan tetapi, KA Mutiara Selatan yang datang dari arah Surabaya tersebut justru masuk ke jalur tiga sehingga tabrakan pun tidak dapat dihindarkan.

Akibat peristiwa tersebut, tiga orang penumpang meninggal dunia dan puluhan penumpang lainnya terluka baik ringan maupun sedang.

Seluruh korban meninggal dunia dan terluka segera dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah Kota Banjar.

Meskipun di wilayah Jawa Barat, Stasiun Langensari termasuk wilayah kerja PT Kereta Api Daerah Operasi V Purwokerto, Jawa Tengah.(*)
(U.KR-SMT/M029)

 

LEMUSTAR47-NEWS/2011

KRI Dewa Ruci lambang kebesaran maritim indonesia akan diganti tahun 2011

This slideshow requires JavaScript.

KRI Dewa Ruci Diganti Tahun Ini

SURABAYA, KOMPAS.com - Kapal perang RI yang selama ini digunakan sebagai kapal layar latih – KRI Dewa Ruci – akhirnya memasuki pensiun. Pengadaan kapal layar latih baru dilakukan 2011 ini.

Hal ini disampaikan Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono seusai menjadi inspektur upacara dalam serah terima jabatan (sertijab) Komandan Jenderal Akademi TNI di Akademi Angkatan Laut, Surabaya, Jumat (28/1/2011).

Letnan Jenderal TNI (Mar) Nono Sampono menyerahkan jabatan Danjen Akademi TNI kepada Marsekal Muda TNI Sru Astjarjo Andreas. Nono kini menjabat Kepala Badan SAR Nasional, sedangkan Astjarjo sebelum ini adalah Gubernur Akademi Angkatan Udara.

Menurut Agus, pengadaan kapal layar latih pengganti KRI Dewa Ruci diproses tahun 2011 ini. Soal dari mana kapal layar dibeli, belum diketahui sebab tergantung proses tender.

“Yang jelas, kapal layar itu harus lebih besar, bisa menampung 150 kadet, 150 awak, dan bisa berkeliling dunia dengan baik,” tutur Agus.

KRI Dewa Ruci dibangun HC Stulchen and Sohn Hamburg, Jerman pada 1952-1953. Kapal ini berbobot 847 ton, panjang 58,5 meter dan lebar 9,5 meter.

Dewa Ruci, Kebesaran Maritim Indonesia

JAKARTA, KOMPAS.com — Buku mengenai KRI Dewa Ruci berjudul Sebuah Kisah Nyata Dewa Ruci, Pelayaran Pertama Menaklukkan Tujuh Samudradiluncurkan pada Jumat (19/11/2010) di Toko Buku Gramedia Matraman, Jakarta Timur. Buku ini berisi mengenai perjalanan pertama KRI Dewa Ruci pada tahun 1964.

Dalam buku setebal 472 halaman ini, Cornelis Kowaas menuliskan pengalamannya berlayar bersama KRI Dewa Ruci. Pengalaman manis dan pahit dia tulis dengan bahasa yang sederhana sehingga mudah dimengerti oleh berbagai kalangan.

Menurut Eddy Prastyono PhD, Wakil Dekan FISIP Universitas Indonesia, setidaknya ada tiga kekuatan yang dimiliki buku ini. Kekuatan pertama adalah teknik penulisan dan alur cerita yang sangat baik.

“Bagaimana Pak Kowaas menceritakan pengalaman unik secara sangat baik, misalnya saat salah satu kru kapal mendekati seorang wanita Mediterania. Kru ini minta berkunjung ke rumah si wanita, padahal di sana kalau pacaran di rumah itu artinya melamar,” kata Eddy.

Kekuatan kedua buku ini adalah mengenai substansinya. Eddy menjelaskan bahwa ternyata kapal Dewa Ruci selalu mendapat sambutan yang luar biasa saat melakukan kunjungan ke negara lain. “Jadi, kunjungan kapal ke mana-mana itu merupakan diplomasi juga yang tidak kalah efektifnya dengan diplomasi resmi,” ujarnya.

Adapun kekuatan ketiga dari buku ini, lanjut Eddy, adalah bagaimana Kowaas menunjukkan bahwa dengan pelayaran ke luar negeri, Indonesia menunjukkan eksistensi dan kebesaran negara.

“Saat ketemu kapal-kapal lain, ternyata berlayarnya suatu kapal itu merupakan simbol eksistensi bangsa. Kita menunjukkan bahwa kita bangsa yang besar,” ujarnya.

Kowaas sendiri berharap, buku ini dapat mengingatkan masyarakat, terutama kaum muda, terhadap kebesaran Indonesia di bidang kelautan. “Dengan buku ini, saya berharap kita ingat bahwa kita itu bangsa maritim. Kebanggaan kita jangan pernah pudar akan hal itu,” katanya.

LEMUSTAR47-NEWS/2011

Arti dan Makna Lambang Menwa Mahadipa Satuan 921 YOS SUDARSO

 

-          Bentuk segi lima beraturan melambangkan keteguhan sikap dari korps Taruna dan Taruni resimen mahasiswa mahadipa satuan 921 yos sudarso dan melambangkan juga panca setya taruna / taruni stimart “ amni ” semarang.

-          Padi dan Kapas menggambarkan dasar bernegara dan pandangan hidup bangsa Indonesia, yaitu Pancasila.

-          Kadga (ponyard) terhunus tegak menghadap ke bawah bermakna setiap Taruna / ni memegang teguh sikap disiplin, jujur, rela berkorban,sebagai pribadi  yang sadar akan tanggung jawab serta kehormatan akan pembelaan negara dan tidak kenal menyerah,sebagai pribadi yang  penolong sesama tanpa mengutamakan kepentingan pribadi, berjiwa luhur dan selalu waspada sebagai anggota Resimen Mahasiswa Indonesia.

-          Bintang melambangkan Taruna / ni sebagai pribadi yang berjiwa ksatria dan bertakwa kepada Tuhan Yang Mahaesa serta membela kebenaran dan keadilan.

-          Jangkar menggambarkan Lambang Korps Taruna Resimen Mahasiswa Indonesia Satuan 921 YOS SUDARSO STIMART “ AMNI ” Semarang sebagai satuan yang didirikan di perguruan tinggi yang bergerak dibidang kemaritiman.

-          Brevet utama melambangkan brevet yang mewakili seluruh jurusan pendidikan di STIMART “ AMNI ” Semarang sebagai suatu Unit Kegiatan Taruna.

-          Buku/kitab, melambangkan ketekunan Taruna / ni dalam mencapai profesionalisme dan menyiapkan diri sebagai organisator dan pemimpin yang bijaksana.

-          Semboyan dan nama satuan menjelaskan bahwa Korps Taruna dan Taruni Resimen Mahasiswa Mahadipa satuan 921 YOS SUDARSO adalah satuan menwa yang ada di Sekolah Tinggi Maritim dan Transport “ AMNI ” Semarang.

 

JADWAL PENERIMAAN CALON TARUNA DAN MAHASISWA BARU TAHUN 2011

JADWAL PENERIMAAN CALON TARUNA DAN MAHASISWA BARU TAHUN 2011

GELOMBANG PENDAFTARAN SELEKSI KETERANGAN
PROGRAM A(SISWA BERPRESTASI) 1 PEBRUARI S/D 31 MARET 2011 30 MEI TANPA SELEKSI AKADEMIK
GEOMBANG I 2 JANUARI S/D 30 MEI 2011 30 MEI SELEKSI AKADEMIK
GELOMBANG II 1 JUNI S/D 25 JULI 2011 25 JULI SELEKSI AKADEMIK
GELOMBANG III 26 JULI S/D 15 AGUSTUS 2011 15 AGUSTUS

SELEKSI AKADEMIK

PENDAFTARAN VIA SMS: KETIK DAFTAR KIRIM KE 08238531001

SEKRETARIAT PENDAFTARAN :

Jl. Soekarno Hatta No. 180 Semarang 50199, Telp. 024 6710648, 024 6710486, Fax : 024 6715745

web : http://www.stimart-amni.ac.id

e-mail : pencatarma@stimart-amni.ac.id

Contact Person: 1. Wiranto       No. Hp.  081325639523

2. Widodo        No. Hp. 082133457635

SYARAT PENDAFTARAN :

- WARGA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

-SEHAT JASMANI DAN ROHANI ( SURAT KETERANGAN SEHAT DOKTER )

-SURAT BERKELAKUAN BAIK ( SKCK DARI POLRES SETEMPAT )

-PAS FOTO UKURAN 3 x 4 = 2 LEMBAR

-BIAYA PENDAFTARAN Rp. 100.000,-

A. S1 MANAJEMEN TRANSPOR – REGULER

- FTCPY IJAZAH SLTA SEMUA PROGRAM STUDI

B. S1 MANAJEMEN TRANSPOR – LINTAS JALUR

- FTCPY IJAZAH D3/SEDERAJAT SEMUA PROGRAM STUDI

C. D3 KEPELABUHANAN

- FTCPY IJAZAH SLTA SEMUA PROGRAM STUDI

D. D3 TEKNIKA

- FTCPY IJAZAH SLTA/MA IPA

SMK/MAK MESIN, LISTRIK, ELEKTRONIKA, PERKAPALAN

OTOMOTIF, TEKNIK PENDINGIN & TATA UDARA

SMK PELAYARAN/TEKNIKA + ATT-IV

E. D3 NAUTIKA

- FTCPY IJAZAH SLTA/MA IPA

SMK PELAYARAN/NAUTIKA + ANT-IV

( *Untuk masalah persyaratan penerimaan SIPENCATAR STIMART “AMNI” TAHUN 2011 silahkan hubungi kampus kami :  Telp. 024 6710648, 024 6710486, Fax : 024 6715745
atau langsung hubungi contact person SIPENCATAR 2011 : 1). Wiranto No. Hp. 081325639523
2). Widodo No. Hp. 082133457635
terima kasih.)

Terakhir Diupdate ( Selasa, 18 Januari 2011 09:39 )

LEMUSTAR47-NEWS/2011

Korps Taruna Resimen Mahasiswa Yudha 33 satuan 921 Yos Sudarso

This slideshow requires JavaScript.

Pengertian, Tujuan, Tugas pokok, dan Fungsi MENWA

PENGERTIAN RESIMEN MAHASISWA INDONESIA

Resimen Mahasiswa Indonesia adalah:

1. Sebagai wadah, yang merupakan sarana pengembangan diri mahasiswa ke arah perluasan wawasan dan peningkatan keikutsertaan dalam upaya bela negara dan penguatan ketahanan nasional.

2. Sebagai perorangan, yang merupakan mahasiswa terlatih olah keprajuritan yang telah mengikuti latihan dasar Resimen Mahasiswa Indonesia dan menjadi bagian dari komponen pertahanan negara.

3. Sebagai organisasi, yang merupakan pusat aktifitas anggota Resimen Mahasiswa Indonesia yang terdiri dari tingkat Nasional, tingkat provinsi dan tingkat kabupaten/kota serta di Perguruan tinggi.

TUJUAN RESIMEN MAHASISWA INDONESIA

Tujuan Resimen Mahasiswa Indonesia adalah:

1. Mempersiapkan mahasiswa yang memiliki pengetahuan, sikap disiplin, fisik dan mental serta berwawasan kebangsaan agar mampu melaksanakan tugas Tri Dharma Perguruan Tinggi dan menanamkan dasar-dasar kepemimpinan dengan tetap mengacu pada tujuan pendidikan nasional.

2. Sebagai wadah penyaluran potensi mahasiswa dalam rangka mewujudkan hak dan kewajiban warga Negara dalam Bela Negara.

3. Mempersiapkan potensi mahasiswa sebagai bagian dari potensi rakyat dalam Sistem Pertahanan Rakyat Semesta (SISHANRATA).

TUGAS POKOK & FUNGSI MENWA
TUGAS POKOK RESIMEN MAHASISWA INDONESIA

Tugas pokok Resimen Mahasiswa Indonesia meliputi:

1. Melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi serta membantu terlaksananya kegiatan dan program lainnya di Perguruan Tinggi.
2. Merencanakan, mempersiapkan dan menyusun seluruh potensi mahasiswa untuk memantapkan ketahanan nasional, dengan melaksanakan usaha dan atau kegiatan bela negara.
3. Membantu terwujudnya penyelenggaraan fungsi perlindungan masyarakat (LINMAS), khususnya Penanggulangan Bencana dan Pengungsi (PBP)
4. Membantu terlaksananya kesadaran bela negara dan wawasan kebangsaan dalam organisasi kepemudaan.

 

FUNGSI RESIMEN MAHASISWA INDONESIA

Resimen Mahasiswa Indonesia mempunyai fungsi:

1. Melaksanakan pembinaan anggota Resimen Mahasiswa Indonesia di Perguruan Tinggi untuk meningkatkan kemampuan dalam bidang akademik.
2. Melaksanakan pemeliharaan dan pemberdayaan serta peningkatan kemampuan baik perorangan maupun satuan di bidang Bela Negara.
3. Melaksanakan pembinaan disiplin anggota Resimen Mahasiswa Indonesia, baik sebagai mahasiswa maupun warga masyarakat.
4. Melaksanakan pembinaan struktur organisasi Resimen Mahasiswa Indonesia sebagai satu kesatuan yang utuh.
5. Bersama dengan mahasiswa lainnya membantu terwujudnya kehidupan kampus yang kondusif.
6. Membantu kelancaran pelaksanaan kegiatan dan program civitas akademika serta menumbuhkan dan meningkatkan sikap Bela Negara dikehidupan Perguruan Tinggi.
7. Membantu memotivasi masyarakat untuk ikut berpartisipasi secara aktif dalam pembangunan nasional dibidang kepemudaan dalam upaya penanggulangan penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda.
8. Membantu TNI/POLRI dalam pelaksanaan pembinaan pertahanan dan keamanan Nasional.
9. Menyampaikan saran dan pendapat kepada instansi terkait sesuai dengan tugas pokoknya.

This slideshow requires JavaScript.

Sekilas tentang Resimen Mahasiswa

Resimen Mahasiswa(Menwa) adalah salah satu komponen pendukung sebagai kekuatan sipil untuk mempertahankan negeri sebagai perwujudan Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata). Menwa bermarkas di perguruan tinggi dan beranggotakan para mahasiswa yang terpanggil untuk membela negeri.

Para anggota Menwa (wira) di setiap kampus membentuk satuan sebagai salah satu unit kegiatan kemahasiswaan (UKM). Komandan satuan bertanggungjawab dan melapor langsung kepada rektor/pimpinan perguruan tinggi. Pembinaan Menwa dilakukan oleh pembantu rektor bagian kemahasiswaan dengan supervisi dari Angkatan Bersenjata.

RESIMEN MAHASISWA sebagai salah satu pusat studi bela negara merupakan organisasi yang sistematis dan berstruktur hierarki dari tingkat paling atas yaitu MABES MENWA KONAS (KOMANDO NASIONAL),SKOMEN (STAF KOMANDO MENWA) di tingkat provinsi, SUB SKOMEN (di tingkat kota besar) dan di tingkat perguruan tinggi namanya adalah satuan.

Panca Dharma Satya Resimen Mahasiswa Indonesia   :

1. Kami adalah mahasiswa warga Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila.

2. Kami adalah mahasiswa yang sadar akan tanggung jawab serta kehormatan akan pembelaan negara dan tidak kenal menyerah.

3. Kami Putra Indonesia yang berjiwa ksatria dan bertakwa kepada Tuhan Yang Mahaesa serta membela kejujuran, kebenaran dan keadilan.

4. Kami adalah mahasiswa yang menjunjung tinggi nama dan kehormatan Garba Ilmiah dan sadar akan hari depan Bangsa dan Negara.

5. Kami adalah mahasiswa yang memegang teguh disiplin lahir dan batin, percaya pada diri sendiri dan mengutamakan kepentingan Nasional di atas kepentingan pribadi mau pun golongan.

This slideshow requires JavaScript.

Tag Cloud

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.